Indonesia
merupakan wilayah yang sangat luas dan termasuk negara dengan jumlah
pulau-pulau yang sangat banyak. Pulau-pulau di Indonesia tersebar dari
Sabang sampai Merauke. Dengan pulau yang sangat banyak, kebudayaan di
Indonesia pun menjadi beraneka ragam. Nggak hanya soal makanan, tradisi
upacara yang beragam, tentang pernikahan pun
punya tradisi yang berbeda-beda. Bahkan pakaian adat pengantin di
setiap wilayah Indonesia punya ciri khas dan makna yang berbeda.
Kalian yang sebagai warga negara Indonesia,
jangan hanya memakai saja, tapi juga harus tahu makna dari pakaian adat
pengantin tersebut. Karena setiap pakaian yang berasal dari daerah
tertentu memiliki nilai historis dan filosofi yang penting.
Nah, kali ini Hipwee akan membahas tentang “Makna pakaian pengantin adat dari berbagai daerah di Indonesia”.
1. Kota Serambi Mekkah ini, banyak dipengaruhi budaya Islam termasuk dalam hal pakaiannya
Pengantin baru khususnya laki-laki, selain harus mengenakan pakaian warna hitam, secara adat juga harus menggunakan Kupiah Meukeutop lengkap dengan Teungkulok dan Tampok. Untuk lebih lengkap lagi, pada Kupiah Meukeutop dihiasi mainan atau hiasan seperti prik-prik agar lebih indah. Pakaian Linto Baro
juga dilengkapi kain sarung yang dililit dari pinggang hingga di atas
lutut. Di bagian pinggang diselipkan sebilah senjata tajam Aceh, Siwah.
Advertisement
Terdapat
pula 3 untaian rantai mirip bunga kelapa dan bunga aren yang ditaruh
pada kantong jas. Kedua untaian itu dikaitkan hiasan bermotif ikan dan
kunci. Simbol ikan ini bermakna meski ikan itu telah mati tanpa
disembelih masih halal dimakan. Sedangkan kunci melambangkan bahwa orang
Aceh sangat menjaga harta bendanya sehingga ke manapun pergi kunci
lemarinya dibawa serta. Sementara satu untaian lagi bentuk untaiannya
agak panjang dan dimasukkan ke dalam kantong yang pada ujung untaian itu
disangkutkan sebuah jam kantong. Perhiasan ini disebut Taloe Jeuem
(tali jam). Perhiasan ini melambangkan bahwa orang Aceh sangat
menghargai waktu.
Pakaian adat perempuan (Dara Baro) berbeda dengan laki-laki. Dara Baro lebih banyak di perhiasannya. Warna baju Dara Baro bukan warna hitam, tetapi boleh merah, kuning, hijau dan lain-lain. Tapi kalau celana tetap harus hitam. Hanya saja, bagi Dara Baro di bagian bawah celana memakai bunga kasab. Kain yang digunakan untuk laki-laki dan perempuan pun sama, yaitu kain songket.
Perhiasan
untuk Dara Baro dibuat dari emas dan perak bermotif Aceh. Dara Baro
memakainya mulai dari rambut sampai ke kaki. Perhiasan yang dipakai di
kepala adalah tusuk sanggul (ada beberapa macam), patham dhoi (mahkota), anting-anting, prik-prik (ayun gumbak) yang letaknya bergantung di rambut kiri-kanan dekat telinga dan bunga hidup melati/seulanga. Kemudian untuk hiasan leher: yang pertama klah taku, baru kemudian di leher digantungkan berbagai atribut yang kadang-kadang sampai menutup dada bagian atas seperti boh ru, talo gulei, kanceng lhee, manek dirham, bing meuh dan banyak lagi jenis perhiasan yang bermotif Aceh. Duh nggak kebayang ya ribetnya Guys.
2. Daerah yang disebut kota pempek ini memiliki busana pengantin yang sarat makna
Nah
kita sekarang akan membahas tentang makna pakaiaan dari kota pempek
ini. Di Sumatera Selatan ada pakaian adat yang diberi nama Aesan
Paksangko yang bermakna keanggunan. Pada Aesan Paksangko, untuk yang
pria menggunakan songket lepus bersulam emas, jubah motif tabur bunga
emas, selempang songket, seluar, serta songkok emas menghias kepala.
Dan bagi perempuan menggunakan teratai penutup dada, baju kurung warna
merah ningrat bertabur bunga bintang keemasan, kain songket lepus
bersulam emas, serta hiasan kepala berupa mahkota Aesan Paksangkong. Tak
ketinggalan pula pernak-pernik penghias baju seperti perhiasan
bercitrakan keemasan, kelapo standan, kembang goyang, serta kembang
kenango.
Tidak ketinggalan pula kain
songket sebagai yang utama. Kain songket juga menjadi simbol perkawinan
masyarakat Sumatera Selatan, yakni sebagai hantaran yang diberikan pada
saat lamaran, sekaligus melambangkan sumber kehidupan kedua pengantin
dilihat dari segi kepribadiannya, pendidikannya, dan status ekonominya.
Tak heran, jika pemberian lamaran yang di antaranya adalah pakaian adat
dan kain songket menjadi simbol derajat kehidupan pengantin.
Karena pakaiannya yang sangat glamor, nggak kebayang ya, kita pasti akan keliatan kayak Raja dan Ratu sehari nih.
3. Suku yang terletak di pusat Ibukota ini pakaian pengantinnya adalah akulturasi dari berbagai budaya lho
Dalam
upacara pernikahan masyarakat Betawi, dalam hal pakaiannya merupakan
akulturasi dari kebudayaan, yakni kebudayaan Melayu, Tionghoa, dan Arab.
Untuk pakaian pengantin pria diberi nama dandanan care haji
yang merupakan akulturasi dari budaya Arab. Pakaian pengantin pria
merupakan jubah panjang berwarna merah dan tutup kepala yang seperti
sorban disebut Alpie.
Untuk pengantin wanitanya menggunakan baju adat Betawi yang bernama rias besar dandanan care
none pengantin cine. Pakaian yang digunakan blus bergaya Cina dengan
bahan utama satin berwarna cerah, roknya disebut dengan kun berwarna
gelap dengan model seperti duyung. Untuk yang wanita dilengkapi pula
dengan kembang goyang bermotif burung hong dengan sanggul palsu dan
cadar dibagian wajah. Pada bagian sanggul dihiasi dengan bunga melati
yang dibentuk seperti ronjee dan sisir. Adapula kalung lebar, gelang
listing, hiasan teratai manik-manik yang dikalungkan di dada serta selop
sebagai alas kaki.
Guys, kita dapat
melihat asimilasi dari baju pengantin adat Betawi. Baju pengantin
prianya seperti sorban, jubah dan celana panjang dipengaruhi budaya
Arab. Dan untuk pengantin wanitanya menggunakan tutup muka atau syangko,
pakaian model encim dan rok model duyung yang merupakan pengaruh Cina
sedangkan alas kaki pria dan wanitanya dipengaruhi budaya Arab.
4. Pakaian kebesaran Lampung yang sering di pakai pengantin, disebut siger Lampung
Baju
pengantin pria dari Lampung cukup sederhana, berupa baju lengan panjang
berwarna putih, celana panjang dan sarung tumpal, sesapuran dan khikat
akhir. Makna pakaian pengantinnya pun melambangkan kebesaran dan
keagungan. Selain itu pengantin pria juga dilengkapi dengan berbagai
perhiasan, ada sedikitnya 8 perhiasan. Kalung papan jajar bermakna
kehidupan baru yang akan diarungi, kalung buah jukum perlambang doa agar
cepat memiliki keturunan, gelang burung bermakna kehidupan panjang dan
kekerabatan yang terjalin setelah menikah, gelang kano melambangkan
pembatasan atas semua perbuatan buruk setelah menikah, dan gelang bibit
melambangkan doa agar segera mendapat keturunan.
Pakaian
pengantin wanita tidak begitu berbeda seperti yang pria, terdiri dari
sesapuran, khikat akhir, sarung rumpai, selappai, bebe, katu tapis dewa
sano dan dilengkapi dengan bermacam-macam perhiasan. Perhiasan tersebut
di antaranya, siger adalah mahkota emas khas yang dikenakan di kepala
pengantin wanita. Mahkota ini melambangkan keagungan adat budaya
Lampung. Siger memiliki 9 ruji, menandakan bahwa ada 9 sungai besar yang
terdapat di Lampung, yaitu Way Semangka, Way Sekampung, Way Seputih,
Way Sunkai, Way Abung Pareng, Way Tulang Bawang, Way Kanan, dan Way
Mesuji. Seraja bulan adalah mahkota kecil memiliki filosofi dahulu ada 5
kerajaan yang berkuasa di Lampung. Selain itu seraja bulan juga dapat
melambangkan 5 falsafah hidup masyarakat Lampung. Kalung papanjajar
simbol kehidupan baru bagi pengantin, kalung buah jukum sebagai simbolis
agar mereka segera mendapat keturunan. Dan gelang-gelang bermakna agar
terhindar dari perbuatan buruk setelah menikah dan segera mendapat
keturunan.
5. Banyak nilai simbolis dan filosofis dari pakaian pernikahan suku Banjar, Kalimantan Selatan
Busana
pengantin pria terdiri dari mahkota yang berbentuk ular lidi, baju
poko, selawar (celana panjang), tapih, hiasan kalung samban, hiasan
bunga-bunga dari daun nyiur, warna busan kuning cerah, merah atau hijau.
Sedangkan busana wanitanya terdiri dari mahkota berbentuk dua ekor ular
lidi, sanggul dengan hiasan kembang goyang, kemben, selendang,
kida-kida, kayu apu, tapih, hiasan kembang goyang, dan bunga berupa
karang jagung, anyaman janur, mawar dan melati wungkul.
Busana
pengantinnya pun memiliki banyak filosofis dan simbolis. Simbol ular
naga pada mahkota simbol derajat pemakainya, ular lidi simbol kecerdikan
tapi tetap rendah hati, burung garuda paksi simbol ketangkasan, bunga
mawar simbol keberanian, melati simbol kesucian, melati kuncup simbol
bahwa pengantin wanita masih perawan, binatang halilipan simbol rendah
hati, jujur dan tidak akan menggangu orang lain. Ternyata banyak
filosofis dalam busana pengantin adat Banjar yang sangat penting dan
berharga.
6. Busana pengantin Jawa Tengah terkenal dengan banyak maknanya. Peninggalan budaya kerajaan Surakarta
Adat
budaya Jawa Tengah terkenal dengan etika dan tata kramanya yang
terpatri di baju pengantin Jawa Tengah. Busananya sendiri banyak
mengandung filosofi mendalam tentang kesopanan dan berbagai harapan baik
bagi kedua mempelai agar berbahagia dalam mengarungi bahtera rumah
tangga bersama pasangan. Kain batik yang dikenakan oleh kedua mempelai
pun merupakan perlambangan dari doa untuk mendapatkan kehidupan yang
baik dan ketentraman. Ciri khas busananya umumnya sudah diwakilkan oleh
masyarakat Solo. Busananya berupa dodotan atau kemben dengan kain batik
yang langsung dibalutkan pada tubuh pengantin wanita tanpa mengenakan
kebaya terlebih dahulu. Pengantin pria pun tak mengenakan beskap
melainkan celana dan kain batik.
Aksesori
yang dikenakan oleh kedua mempelai dengan pakaian adat Jawa Tengah ini
memang terkesan megah dengan untaian melati dan berbagai hiasan
keemasan. Mempelai wanita mengenakan sanggul tradisional dengan tusuk
konde berjumlah 9, dan mempelai pria menyelipkan keris yang juga berhias
roncean melati pada bagian belakang kain yang dikenakan
7. Sama seperti di Jawa Tengah, busana pengantin dari Jogja juga memiliki banyak makna
Pengantin
pria menggunakan selendang bercorak pendhing sebagai sabuk dibagian
pinggang dan menggunakan baju pengantin dengan hiasan bahan bordir
berdasar beludru sedangkan untuk hiasan kepala memakai kuluk kanigara.
Untuk pengantin wanita baju yang digunakan kain kebaya yang panjang yang
pada umumnya memiliki bahan plitur bermotif kain batik prada. Untuk
hiasan kepala wanita diharuskan memakai riasan berwarna hitam di dahi
dengan warna emas di bagian pinggirnya disebut dengan paes.
Sedangkan
untuk rambut umumnya disanggul dengan gaya gajah ngolig dengan hiasan
sumping dan beberapa aksesoris lainnya. Paes memiliki makna simbol
kecantikan wanita Jawa yang sangat dipercaya mampu menjauhkan dari hal
buruk yang mungkin mengancam keselamatan jiwa sang pengantin wanita. Ini
juga merupakan tanda kedewasaan wanita Jawa.
Nah
itu dia guys, busana pernikahan dari beberapa wilayah Indonesia dan
makna dari busana pengantin tersebut. Busana pengantin tersebut berasal
dari pakaian adat pula, selain merupakan busana kebesaran, kita juga
wajib melestarikan warisan budaya Indonesia dalam wujud busana.
tipskeren.com
Pakaian adat di Indonesia pertama adalah Ulee Belang.
Kita tau kalau Aceh sangat kental dengan nuansa islam sejak dahulu
kala. Oleh karena itu desain baju adat satu ini juga memiliki motif
islami mengikuti tradisi dari Aceh sendiri.
Desain Ulee Belang memiliki corak warna yang cantik dari hasil benang
emas dan terdiri dari berbagai pelengkap lainnya seperti Jas berwarna
hitam yang disebut Baju Meukasah. Ditambah sarung yang mempercantik tampilan pakaian adat Aceh. Sarung untuk pria bernama Ija Lamgugap. Sementara sarung untuk perempuan bernama Ija Pinggang.
Pokoknya baju adat Aceh memiliki kesan yang mewah sekali.
2. Ulos – Baju Adat Sumatera Utara
pariwisatasumut.net
Pakaian adat di Indonesia berikutnya adalah Ulos. Inilah sosok kain tenun asli dari tangan khas Batak. Wujudnya cantik sekali.
Pakaian adat ini masih diterapkan untuk dijadikan berbagai tradisi
masyarakat di Sumatera Utara. Dan di zaman sekarang, kain ulos sudah
bertransformasi menjadi tampilan yang semakin modern seperti dalam wujud
penutup kepala, kemeja, rok, jas, dan lainnya.
Pakaian adat Sumatera Utara ini memiliki nama dan jenis yang beragam. Ada
Pinunsaan, Ragi hotang, Ragi idup, Ragi uluan, Ragi pakko, Sibolang
pamontari, Ragi angkola, Sitolu tuho bolean, Sitolu tuho nagok, Sirara,
Suri-suri na gok, dan masih banyak lagi.
Hebat kan baju adat Sumatera Utara? Semuanya memiliki jenis dan makna yang berbeda-beda. Maklum, kain ulos hadir sejak zaman leluhur Batak.
3. Malayu Riau – Baju Adat Riau
pakaianadatanak1.blogspot.co.id
Pakaian adat di Indonesia berikutnya di Riau. Dan sesungguhnya, baju adat Riau memiliki bergam jenis beserta fungsinya. Ada Baju Kurung Cekak Musang, Baju Kurung Laboh, Baju Kebaya Pendek, Baju Kurung Tulang Belut.
Namun yang dijadikan simbolis dan dikenakan kettika acara upacara adat atau perkawinan, yaitu Pakaian Adat Melayu Riau. Tampilannya dalam wuju warna-warni dengan mahkota di kepala yang menjadi pelengkap desai Melayu Riau.
4. Bundo Kanduang – Baju Adat Sumatera Barat
azamku.com
Bundo Kanduang atau biasa dikenal dengan Lampeh ini
menjadi pakaian adat Sumatera Barat yang punya ciri khas unik pada
bagian penutup kepala. Mirip seperti tanduk kerbau atau atap rumah
gadang.
Pakaian adat ini masih senantiasa dilestarikan Sumatera Barat. Karena
memiliki lambang kebesaran dari Sumatera Barat, yang pastinya memiliki
makna atau filosofi yang luas.
Seperti untuk perempuan, jika mengenakan pakaian adat Bundo Kanduang
ini, maka sejatinya ia memiliki peran penting saat menjadi ibu.
5. Kebaya Labuh dan Teluk Balangga – Baju Adat Kepulauan Riau
wacana.co
Sudah sangat terkenal kalau Kepulauan Riau memiliki banyak sekali
tradisi yang berhubungan dengan adat. Seperti rumah adat, upacara adat,
tarian adat, lagu daerah, sampai pakaian adat. Kepulauan Riau
benar-benar kaya akan tradisi.
Untuk pakaian adat Kepulauan Riau sebenarnya bukan hanya satu jenis aja. Tapi banyak. Ada Baju Kurung Keke, Baju Gunting Cina, Baju Telepuk, dan masih ada lagi.
Namun untuk Kebaya Labuh dan Teluk Balangga
sudah ditetapkan oleh Kepulauan Riau sebagai ikon dari pakaian adat
Kepulauan Riau. Kebaya Labuh untuk perempuan dan Teluk Labuh untuk pria.
Ciri khas dari kedua pakaian adat ini memang sederhana. Seperti
Kebaya Labuh yang memiliki 3 buah kancing dengan paduan bawahan kain
batik. Tak lupa juga selendang dijadikan aksesoris pelengkap Kebaya
Labuh.
Untuk ciri khas pakaian adat Teluk Labuh memiliki warna dan motif
polos. Dengan celana panjang yang dijadikan bawahan dan dibalut
menggunakan kain sarung, membuat tampilan Teluk Labuh sangat menarik
untuk disimak.
6. Baju Seting dan Kain Cual – Baju Adat Bangka Belitung
komunitascintabangkabelitung.blogspot.co.id
Pakaian adat di Indonesia berikutnya berasal dari Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Namanya Kain Cual, yang hampir tampak serupa dengan kain songket khas Palembang, tapi ternyata beda.
Untuk membuat Kain Cual ini cukup rumit dan lama. Harganya pun
terkenal cukup mahal. Ini akhirnya yang membuat Kain Cual identik dengan
pakaian adat bangsawan, pernikahan, dan acara besar lainnya.
Untuk acara besar ini, Kain Cual selalu berdampingan dengan Baju Seting berhiaskan mahkota (paksian) untuk perempuan, dan sorban (sungkon) untuk laki-laki.
Kamu kalau melihat langsung, pasti akan menyutujui kalau pakaian adat Bangka Belitung terlihat cantik sekali.
7. Melayu Jambi – Baju Adat Jambi
pecintabudayajambi.blogspot.co.id
Pakaian adat di Indonesia yang terlihat mewah ini berasal dari Jambi.
Benar-benar mewah sekali ketika dikenakan di acara besar seperti
pernikahan. Namanya Melayu Jambi, yang terbagi menjadi dua. Untuk perempuan dan laki-laki.
Yang laki-laki ketika mengenakan pakaian adat Melayu Jambi pasti akan mengenakan Lacak di atas kepala. Bentuknya menjulang tinggi. Terdapat motif falora untuk mempercantik Lacak.
Lacak ini dari bahan kain beludru warna merah yang dipadukan dengan
kertas tebal di bagian dalam supaya nyaman untuk dikenakan di kepala.
Sementara pakaian adat yang dikenakan perempuan bernama Baju Kurung Tanggung yang bersulam benang emas. Untuk bagian bawah mengenakan kain sarung songket.
Sama seperti laki-laki, yang perempuan pun mengenakan penutup kepala yang disebut Pesangkon. Sama-sama dari kain beludru dengan kertas tebal di bagian dalam.
Cantik dan mewah sekali pakaian adat Melayu Jambi ini.
8. Melayu Bengkulu – Baju Adat Bengkulu
pakaianadatbengkulu.blogspot.co.id
Masih seputar Melayu dan kali ini pakaian adat Bengkulu yang terdiri untuk pria dan wanita.
Untuk pakaian adat prianya terdiri dari jas berwarna hitam dan biru
tua, sarung, celana, penutup kepala, dan alas kaki. Ada tambahan
aksesorisnya juga di bagaian bajunya berupa keris.
Sementara untuk pakaian adat wanitanya terdiri dari baju kurung
berlengan panjang dari kain beluduru dengan hiasan sulam warna emas.
Terdapat juga lempengan-lempengan bulat mirip koin yang dijadikan
aksesoris cantik pada baju.
9. Aesan Gede dan Aesan Pasangko – Baju Adat Sumatera Selatan
geenoztaa.blogspot.co.id
Pakaian adat di Indonesia berikutnya di Sumatra Selatan. Yang ini
menjadi simbol masyarak Sumatera Selatan. Karena sudah lama mengandung
unsur keselarasan dan filosofi hidup.
Hal ini bisa dinilai dari motif pakaian adat Sumatera Selatan yang kaya akan corak seperti pada Aesan Gede dan Aesan Pasangko. Kedua pakaian adat ini hanya digunakan ketika di acara pernikahan aja.
Pakaian adat Aesan Gede dikenakan oleh perempuan. Warnanya merah yang
dipadukan dengan warna emas. Ada banyak gemerlap perhiasan di tubuh. Di
bagian kepala juga terdapat mahkota. Untuk aksesoris tambahannya
seperti bungo cempako, kembang goyang, dan kelapo standan, yang
dijadikan aksesoris.
Sementara pakaian adat Aesan Pasangko dikenakan oleh priaa. Bahannya berupa kain songkat lepus bersulam emas. Dilapisi jubah yang memiliki motif bunga emas juga.
Tampak menarik sekali pakaian adat Sumatera Selatan ini.
10. Kain Tapis – Baju Adat Lampung
rinakafika.blogspot.co.id
Pakaian adat di Indonesia yang satu ini juga terbilang unik. Namanya Kain Tapis. Kain ini dihiasi menggunakan logam kuningan supaya terlihat cantik dan mewah.
Kain Tapis masih dilestarikan oleh masyarakat Lampung di berbagai
acara besar seperti acara pernikahan atau pertunjukan seni, seperti Tarian Sambah dan Tarian Bedana yang menjadi tarian adat provinsi paling selatan di pulau Sumatera ini.
11. Baju Pangsi – Baju Adat Banten
triptrus.com
Pakaian adat yang dikenakan di provinsi yang bertetanggan dengan Jawa Barat ini bernama Baju Pangsi. Baju ini sudah dikenal sejak dulu. Masyarakat Banten dulu mengenakan Baju Pangsi ketika melakukan pancak silat. Ini yang memberi kesan sang jawara bagi orang yang menggunakan Baju Pangsi.
Sejauh ini, pakaian adat ini masih dikenakan di kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Baduy
di Banten. Baju Baduy yang mereka kenakan bukan hanya ada stau jenis,
tapi banyak jenis dengan ciri khas warna yang berbeda-beda.
Ciri khas lainnya dari baju adat ini yaitu didesain tanpa adanya
kerah. Dan ketika dipakai, masyarakat Baduy akan mengenakan pengikat
kepala dan dipadukan dengan selendang.
Pakaian adat Banten memang telrihat sangat melegenda.
12. Dandanan Care Haji dan Dandanan Care None Pengantin Cine – Baju Adat DKI Jakarta
firgian.blogspot.co.idDandanan Care Haji menjadi pakaian adat DKI Jakarta yang dikenakan oleh laki-laki. Sementara yang perempuan mengenakan Dandanan Care Pengantin Cine.
Kedua pakaian adat tersebut kenakan ketika di acara pernikahan.
Masing-masing memiliki makna sendiri. Seperti Dandanan Care Haji yang
diadaptasi dari pakaian muslim laki-laki dalam wujud jubah yang terbuat
dari kain beludru. Halus sekali kainnya. Untuk tambahannya berupa
penutup kepala atau biasa dikenal sorban. Pengikat kepala ini disebut Alpie.
Dan juga terdapat alas kaki untuk pakaian adat laki-laki ini. Wujudnya dalam bentuk sepatu pentofel.
Sementara untuk Dandanan Care Pengantin Cine selalu menjadi pakaian
adat penagntin perempuan yang masih dilestarikan hingga kini. Wujudnya
adalah blus nuansa Cina yang bahannya dari kain satin.
Pakaian adat ini dipadukan dengan bawahan rok berwarna gelap model putri duyung. Biasa dikenal dengan nama Kun. Terdapat juga sanggul yang diletakan di kepala untuk mempercantik tampilan pengantin perempuan.
13. Sukapura dan Kebaya – Baju Adat Jawa Barat
tradisikita.my.id
Sesungguhnya, pakaian adat dari Jawa Barat itu banyak. Karena Jawa
Barat terdiri dari banyak daerah. Tapi yang identik dan simbolis adalah Pakaian Sukapura dan Kebaya.
Sukapura dijadikan pakaian adat pria dan dikenakan di acara
pernikahan. Wujudnya dalam bentuk jas putih dengan ikat pinggang
berwarna putih juga. Terdapat penutup kepala dan perhiasan kalung yang
ukurannya panjang. Serta keris yang diselipkan di bagian badan, tapatnya
di bagian pinggang.
Untuk pakaian adat pengantin wanitanya cukup mengenakan kebaya model
brukat berwarna putih. Tak lupa diberi ikat pinggang berwarna emas.
Aksesorisnya pun mempercantik bahu dan lengan seperti gelang, kalung,
giwang, cincin, dan lainnya.
14. Jawi Jangkep dan Kebaya – Baju Adat jawa Tengah
busanamuslimmodisa.comJawi Jangkep sampai sekarang masih menjadi pakaian
adat resi yang digunakan pengantin pria. Dan untuk pengantin wanitanya
mengenakan Kebaya yang sangat manis sekali.
Jawi Jangkep memiliki kelengkapan berupa baju beskap yang menjadi andalan orang-orang Jawa dengan tampilan motif bunga. Di bagian bawah berupa kain jarik bermotif batik.
Sang pengantin pria akan terlihat gagah sekali ketika dipadukan
akeseoris berupa keris yang diselipkan di bagian pinggang. Dan untuk
bagian penutup kepala bernama blangkon.
Sementara untuk perempuan, pakaian adat berupa Kebaya dibuat dari
kain katun, kain nilon, dan kain beludru. Model kebayanya pun ada yang
panjang dan pendek. Tergantung maunya si pengantin sih. Mungkin juga
tergantung postur tubuh pengantin. Tapi yang jelas, tampilannya cantik
sekali ketika sang pengantin berhasil memadukan dengan kain tapih
bermotif batik untuk dikenakan di bagian bawah.
15. Baju Adat Yogyakarta
bajuadattradisional.wordpress.com
Seperangkat pakaian adat Yogyakarta terdiri dari bagian atas, tengah, dan bawah.
Di bagian atas ada blangkon sebagai penutup kepala laki-laki dan sanggul untuk mempercantik rambut perempuan.
Di bagian tengah terdapat baju surjan yang dikenakan laki-laki, dan kebaya oleh perempuan.
Dan di bagian bawah berupa kain tapih bermotif batik Yogyakarta dan
alas kaki. Baik laki-laki maupun perempuan mengenakan keduanya.
Pakaian adat Yogyakarta masih senantiasa di kenakan di berbagai acara besar, seperti Upacara Ageng, Upacara Agustusan, Tinggalan Dalem Tahunan, Supitan, atau acara Pernikahan.
16. Baju Mantenan – Baju Adat Jawa Timur
fitinline.com
Pakaian adat Jawa Timur pada umumnya dikenakan saat acara pernikahan.
Memiliki makna ketegasan hidup yang sederhana dan menjunjung tinggi
etika.
Nama pakaian adat Jawa Timur adalah Baju Mantenan. Biasa dipakai di acara pernikahan.
Pengantin pria dan perempuan mengenakan Baju Mantenan dengan corak
yang sama-sama warna hitam bercampur merah. Aksesrois Baju Mantenan ini
meliputi bunga melati yang dijadikan kalung pria dan penghias sanggul
bagi perempuan.
17. King Bibinge dan King Baba – Baju Adat Kalimantan Barat
laskarpelangianakbangsa.blogspot.co.idKing Baba untuk pria dan King Bibinge untuk wanita.
Kedua pakaian adat ini sudah lama dikenakan oleh masyarakat Kalimantan
Barat. Desain dan bahannya sangatlah unik dan artistik. Dengan kulit
kayu yang dijadikan bahan dan dibuat menjadi kain.
Kemampuan mengolah kulit kayu yang diterapkan masyarakat Kalimantan
Barat sudah menjadi warisan turun-temurun. Sampai akhirnya terciptalah
pakaian adat King Baba dan King Bibinge.
King Baba ini merupakan baju adat yang didesain tanpa adanya lengan.
Terdapat celana panjang dengan ikat pinggang. Untuk aksesorisnya berupa
penutup kepala dengan hiasan bulu burung enggang.
King Bibinge juga merupakan baju adat tanpa lengan yang dipakai
perempuan. Tambahannya berupa aksesoris cantik seperti perhiasan di
kepala, manik-manik, dan kalung. Unik deh pakaian adat Kalimantan Barat
ini.
18. Sangkarut – Baju Adat Kalimantan Tengah
ibnukhozaliug.blogspot.co.id
Kalau pakaian adat Kalimantan Tengah yang dipakai pria wujudnya
berupa rompi, penutup bagian bawah sebatas lutut dari bahan kain,
pengikat kepala dengan bulu-bulu enggang, kalung dan ikat pinggang,
serta tameng kayu yang berpasangan dengan mandau untuk bagian pinggang.
Untuk perempuan pakaian adatnya juga berupa rompi, rok pendek,
pengikat kepala dari bulu-bulu enggang, serta aksesoris berupa kalung
dan manik-manik untuk mempercantik tampilan.
Oh iya, rompi yang dipakai biasa dikenal dengan nama Sangkarut. Rompi ini termauk unisex. Bisa dikenakan pria atau perempuan.
Pakaian adat Kalimantan Tengah sampai sekarang masih dilestarikan oleh masyarakat Kalimantan Tengah, terutama dari kalangan Suku Dayak Ngaju. Tampilannya sangat menarik perhatian ketika dikenakan saat acara pernikahan.
pgri32.8m.com
Pakaian adat Kalimantan Barat memiliki nilai-nilai penting dengan
kehidupan Kalimantan Barat, terutama kehidupan masyarakat Banjar. Dan
hebatnya masih dikenakan sampai sekarang di berbagai upacara tertentu,
salah satunya upacara pernikahan.
Dan sesungguhnya, pakaian adat Kalimantan Selatan terdiri dari terdiri dari tiga jenis. Ada Bagajah Gamuling Baular Lulut, Babajukun Galung Pacinan, dan Ba’amar Galung Pancaranan Matahari.
21. Baju Adat Kalimantan Timur
afibusana.wordpress.com
Pakaian adat kalimantan Timur sangat identik dengan bergam manik-manik berwarna-warni yang cantik sekali.
Untuk pakaian adat perempuannya bernama Ta’a dan yang laki-laki bernama Sapei Sapaq.
Untuk Ta’a terdiri dari baju atasan yang bisa dikenal dengan nama Sapei Inoq dengan rok yang dipenuhi amnik-manik, serta tambah aksesorisnya berupa pengikat kepala yang terbuat dari daun pandan.
Kalau corak dari Sapei Sapaq yang dikenakan pria ini hampir sama
dengan Ta’a. Cuman bedanya wujud dari Sapei Sapaq adalah rombi yang
dipadukan dengan mandau di bagian ikat pinggang.Selain itu di bagian
bawahnya hanya menggunkan cawat yang dikenal dengan nama Abet Kaboq.
Selain Ta’a dan Sapei Sapaq, ada juga Baju Kustin yang menjadi pakaian adat Kalimantan Timur, tepatnya dari masyarakat Suku Kutai.
Pakaian adat ini identik dengan pemakainya. Karena yang memakai
kebanyakan dari kalangan menengah ke atas. Biasa dipakai di acara besar
Kerajaan Suku Kutai.
Baju adat Kustin terbuat dari kain beludru hitam. Memiliki lengan panjang dan kerah yang tinggi.
22. Baju Adat Sulawesi Barat
flickr.com
Pakaian Adat di Indonesia berikutnya ada di Sulawesi Barat. Biasa
dikenakan ketika ada acara-acara seni seperti tarian daerah dan acara
penting lainnya. Dan Sulawesi Barat memiliki beragam pakaian adat yang
fungsinya berbeda satu sama lain. Baju Badu menjadi salah satu pakaian adat Sulawesi
Barat. Baju adat ini memiliki hiasan gbunga beru-beru atau yang kita
kenal bunga melati. Sering sekali dikenakan pada acara Tari Bamba Manurung.
Ada juga Baju Kebesaran BEI, pakaian adat yang
memiliki hiasan ukiran kerang kecil. Untuk mengenaknnya sering dipadukan
dengan topi yang berbentuk tanduk. Pakaian adat jenis ini biasa
dikenakan di acara Tari Ma’bundu.
Ada juga Baju adat Mamasa. Yang ini biasa dikenakan di acara Tari Bulu Londong.
Bahannya dari bulu burung. Unik sekali. Apalagi kalau kamu menyimak
aksesorisnya yang bergam. Seperti tombak, pedang, terompet, dan lainnya.
23. Baju Bodo – Baju Adat Sulawesi Selatan
uniquecultureofindonesia.blogspot.co.id
Baju Bodo senantiasa melekat hingga sekarang bagi perempuan Suku Bugis, Suku Makassar, dan Suku Mandar. Pakaian adat ini juga dikenal dengan nama Bodo Gesung. Inilah blus tradisional dari Sulawesi Selatan.
Ciri khas pakaian adat ini dalam wujud rongga besar dan menggelembung
yang ada di bagian lengan dan punggung. Di bagian bawah dalam bentuk
sarung.
Baju Bodo terdiri dari dua jenis. Ada yang lengan panjang dan lengan
pendek yang hanya sebatas suku. Yang lengan pendek ini biasa disebut Baju Labbu.
Oh iya, pakaian Adat Sulawesi Selatan ini sudah tercatat sebagai baju adat paling tua di dunia loh.
24. Baju Adat Sulawesi Tengah
tikateacool.wordpress.com
Pakaian adat di Indonesia berikutnya ada di Sulawesi Tengah, yaitu Baju Nggembe dan Baju Koje.
Pakaian adat berupa Baju Nggembe ini dikenakan perempuan. Bentuknya
segi empat berlengan, memiliki kerah berbentuk bulat, dan terlihat
longgar. Di bagian bawah menggunakan Sarung Tenun bernama Donggala dengan hiasan benang emas. Sementara untuk aksesorisnya dalam wujud payet, kalung, gelang panjang atau biasa disebut Ponto Ndate.
Untuk pakaian adat laki-lakinya mengenakan Baju Koje dan Puruka Pajana. Jenis dua baju yang saling melengkapi. Jika Baju Koje atau biasa disebut Baju Ceki
wujudnya adalah kemeja berkerah tegak dan berlengan panjang. Sementara
Puruka Pajana merupakan celana dengan panjang selutut yang modelnya
ketat.
Di bagian pinggang terdapat aksesoris berupa sarung keris, dan di bagian kepala mengenakan destar atau siga.
25. Baju Adat Sulawesi Tenggara
Sejak dulu masyarakat Tolaki, Sulawesi Tenggara udah
bikin pakaian adat yang terbuat dari bahan kulit kayu dengan proses
pembuatan tradisional. Baju adat ini dinamai Kinawo.
Namun sekarang yang menjadi ikon dari pakaian adat Sulawesi Tenggara adalah Babu Nggawi yang menjadi baju pengantin perempuan dan Babu Nggawi Langgai yang menjadi baju pengantin pria).
Babu Nggawi menjadi pakaian adat yang terdiri dari atasan bernama Lipa Hinoru, dan bawahan bernama Roo Mendaa.
Semuanya masih terkesan tradisional. Namun tambahan aksesoris seperti
manik-manik yang memiliki beragam motif memberikan tampilan manis pada
Babu Nggawi.
Kalau pakaian adat pada Babu Nggawi Langgai, di bagian atasannya
berlengan panjang dengan celana panjang yang di bawahnya memiliki
belahan. Celana panjang ini dinamai Saluaro Ala.
26. Baju Adat Sulawesi Utara
fitinline.com
Bicara pakaian adat Sulawesi Utara, artinya bicara beberapa daerah atau masyarakatnya, seperti Bolaang Mongondow, yang merupakan etnis suku di Sulawesi Utara.
Bolaang Mongondow mengalami pertumbuhan kebudayaan yang dikenal maju.
Terbukti dari pakaian adat Bolaang Mongondow yang menjadi salah satu
ikon kebudayaan di Sulawesi Utara.
Nama pakaian adat Bolaang Mongondow adalah Baniang, yang ini untuk pria. Kalau perempuan bernama Salu. Kedua
pakaian ini terdiri dari kain senket pelekat yang dijadikan bagian
atasan dan hamunse untuk bagian bawahan. Aksesorisnya berupa hiasan emas
di bagian tubuh.
Selain Bolaang Mangondow, Suku Minahasa juga memiliki pakaian adat yang telah menjadi ikon di Sulawesi Utara.
Pakaian ada Suku Minahasa bernama Bajang, yang bahan
dasarnya dari kapas lembut lalu dijadikan kain. Sampai sekarang Bajang
masih senantiasa dilestarikan di berbagai upacara adat.
Ada juga pakaian ada dari Suku Talaud. Pakaian adat yang dikenakan bernama Laku Tepu. Bahannya dari alam berupa serat dari batang tanaman pisang yang diolah dengan cara ditenun dan dijahit menjadi indah. Laku Tepu masih menjadi pakaian adat yang menghiasi berbagai acara besar terutama upacara pernikahan.
27. Baju Adat Gorontalo
pinterest.com
Pakaian adat di Indonesia berikutnya ada di Gorontalo, yang sampai
sekarang masih sering dikenakan di acar pernikahan khas Gorontalo.
Pakaian adat Gorontalo dinamakan Biliu, yang ini untuk pengantin wanita. Dan untuk pengantin prianya dinamai Mukutu. Keduanya memiliki ciri khas warna hijau, kuning keemasan, dan ungu.
Ketiga warna pada pakaian adat Gorontalo ini melambangkan sosok
masyarakat Gorontalo sesungguhnya, yaitu kerukunan, kedamaian,
kesejahteraan, kesuburan., kesetiaan, kebesaran, dan kejujuran.
28. Baju Adat Maluku
budayanusantara2010.wordpress.com
Kalau pakaian adat di berbgaai daerah dikenakan untuk upacara pernikahan, beda lagi dengan provinsi Maluku.
Pakaian adat Maluku dikenakan ketika ada acra pelantikan raja atau pesta negeri. Namanya Baju Cele dan Kain Selele. Ciri khas dari baju Cele yaitu memiliki motif bergaris yang dipadukan dengan motif geometris kecil.
Di bagian bawahan mengenakan kain sarung. Bagian atas dan bagian
bawah pakaian adat ini memiliki warna yang hampir sama. Karena memiliki
simbol keselarasan bagi yang mengenakan.
Untuk yang perempuan nggak pernah jauh dengan hiasan konde bulan
untuk mempercantik tampilan pakaian adat. Sangat cantik dan menarik
untuk dipandang.
29. Baju Adat Maluku Utara
1000warnaindonesia.blogspot.co.id
Pakaian adat di Indonesia berikutnya adalah tetangga dari Provinsi Maluku, tepatnya di Maluku Utara. Namanya Manteren Lamo. Ini dikenakan oleh Sultan
dan terdiri dari baju yang bentuknya menyerupai jas tertutup dan
berkancing besar, dengan bawahan berupa celana panjang berwarna hitam
Dan untuk pakaian adat yang dikenakan istri sultan bernama Kimun Gia. Ini
merupakan kebaya yang ukurannya panjang dan terbuat dari kain satin
warna putih dengan paduan ikat pinggang berwarna emas. Jadi
penampilannya dijamin cantik banget.
Apalagi kalau dihiasi aksesoris berupaya perhiasan emas yang
dikenakan untuk melengkapi pakaian adat Kimun Gia dan juga area tubuh.
Pasti dijamin akan menarik banyak perhatian dari orang-orang yang
menyaksikan.
30. Baju Adat Bali
catatanadnyana.blogspot.co.id
Pakaian adat di Indonesia berikutnya ada di Pulau Dewata. Dan kita
tau kalau Bali sangat kaya denga budaya dan adat istiadat. Maka
keberadaan Baju Adat Bali seharusnya nggak perlu dipertanyakan dong.
Karena berbagai baju daerah Bali sampai sekarang masih dilestarikan.
Oh iya, sesungguhnya nggak ada nama khusus dari pakaian adat Bali.
Jadi kamu nggak perlu pusing untuk mencari tahu namanya. Tapi ciri
khasnya sangat berbeda dengan baju adat dari daerah lain kok.
Seperti pakaian adat Bali yang dikenakan pria yang terdiri dari baju yang mirip seperti Baju safari. Lalu ada Kamen, merupakan bagian bawahan berupa kain yang diikat di pinggang. Ada Saput atau biasa disebut Kampuh, ini bagian bawahan juga yang diikat di pinggang. Ada juga selendang yang biasa disebut Saput, dan dan pengikat kepala yang biasa disebut udeng.
Kalau pakaian adat Bali yang dikenakan wanita terdiri dari Kebaya, ini pastinya bagian atasan dong. Ada juga Selendang, yang ini disampirkan di bagian bahu. Ada Bulang Pasang, yang ini selendang juga namun diikat di bagian pinggang. Lalu ada Sanggul dan aksessoris lainnya seperti Bunga Kamboja atau Bunga Cempaka.
31. Baju Adat Nusa Tenggara Barat
kawulala.blogspot.co.id
Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, mayoritas masyarakatnya adalah dari Suku Sasak, yang sampai sekarang masih melekat dengan pakaian adat.
Baju adat masyarakat Suku Sasak terbagi untuk perempuan dan pria.
Pakaian adat perempuan dinamai Lembung. Wujudnya
baju hitam dengan kerah yang membentuk huruf “V”. Baju ini terbentuk
tanpa adanya lengan. Tapi untuk mempercantiknya lagi diberikan hiasan
berupa selendang yang menjuntai indah dengan corak khas.
Di bagian bawah pakaian adat Lembung berupa kain panjang yang
dibordir dengan motif gerometris. Sang perempuan akan terluihat cantik
bila menambahkan aksesoris berupa gelang perak yang dikenakan di kaki.
Lalu untuk pakaian adat prianya dinamai Pegon, yang
dikenal memiliki variasi desain dari jas Eropa. Bahan Pegon dari kain
berwarna gelap yang dipadukan dengan kain pinggang yang biasa disebut Leang atau Dodot. Kain pinggang ini wujudnya akan lebih menarik ketika terdapat keris yang diselipkan di bagian kain pinggang.
32. Baju Adat Nusa Tenggara Timur
mulpix.com
Dan di sebelah Nusa Tenggara Barat ada pakaian adat NTT. Dan sesungguhnya, ada 4 jenis baju adat khas NTT.
Yang pertama Ti’i Langga, yang masih selalu menjadi
pelengkap dari pakaian adat masyarakat Suku Rote. Ti’i Langga adalah
penutup kepala yang bentuknya mirip seperti Topi Sombrero yang dari
Meksiko. Bahannya dari tenun ikat, karena di Rote sangat terkenal dengan
kain tenun.
Untuk pria, Topi Ti’i Langga masih dipadukan dengan kemeja putih
dengan bawahan berupa sarung tenun berwana gelap. Untuk penambahannya
berupa selendang. Dan untuk wanita, mengenakan kebaya dengan paduan
bawahan tenun. Pakaian adat ini menjadi ciri khas tersendiri.
Yang kedua adalah pakaian adat Suku Sabu. Bagi yang
pria mengenakan kemeja putih berlengan panjang dengan selendang yang
diselempangkan di bagian bahu, dan sarung tenun yang menghiasi bagian
bawahan. Sementara untuk wanitanya mengenakan kebaya dari bahan kain
tenun dengan sarung dan ikat pinggang yang biasa disebut pending.
Yang ketiga adalah pakaian adat Suku Helong. Bagi
pria berupa kemeja, pengikat kepala, penghias leher, dan yang menarik
adalah selimut besar yang terikat di pinggang dan menjadi bagian
bawahan. Dan untuk perempuannya, mereka mengenakan kebaya atau kemben
dengan paduan sarung yang terikat di pinggang sebagai bawahan. Untuk
lebih mempercantiknya mereka terbiasa menggunakan gelang, giwang, dan
perhiasan kepala.
Pakaian adat NTT yang terakhir ada di Suku Dawan. Baju adat yang dikenakan suku ini adalah Baju Amarasi. Sangat menarik dan tak ada duanya.
33. Baju Adat Papua
allaboutpapua.blogspot.co.id
Pakaian adat di Indonesia berikutnya ada di tanah Papua. Sangat unik
namun artistik sekali. Terdiri dari hiasan kepala, kalung dari gigi
hewan atau kerang, ikat pingga dan sarungnya pun dalam wujud
rumbai-rumbai atau kalau laki-laki menutupnya hanya dengan Koteka, yaitu
penutup kemaluan laki-laki yang terbuat dari kulit labu air.
Kalau yang wanitanya sih cukup ditutupi dengan pakaian yang berumbai rumbai. Unik sekali ya!
34. Baju Adat Papua Barat
tasik-cyber.blogspot.co.idBaju Ewer merupakan pakaian adat Papua Barat.
Semuanya dalam tampilan yang masih sederhana. Karena semuanya murni dari
bahan alam, salah satunya jerami yang dikeringkan.
nama-nama pakaian adat Indonesia (nusantara) yang tersebar di 33 provinsi yang ada di seluruh nusantara.
BaJU ADAT ACEH / Pakaian Adat Aceh
Pakaian tradisional aceh biasa disebut Ulee Balang. Pakaian tersebut biasanya digunakan oleh para raja dan keluarganya.
Pakaian Adat Aceh “Ulee Balang”
BAJU ADAT SUMATERA UTARA / PAKAIAN ADAT SUMATERA UTARA
Pakaian tradisional Sumatera Utara biasa
disebut dengan Ulos. Pakaian adat Ulos dianggap oleh masyarakat suku
Batak Karo sebagai ajimat yang mempunyai daya magis tertentu.
Pakaian Adat Sumatra Utara “Ulos”
BAJU ADAT SUMATERA BARAT / PAKAIAN ADAT SUMATERA BARAT
Pakaian tradisional Sumatera Barat di
bagi menjadi 2 yaitu Pakaian Penghulu dan Pakaian Adat Bundo Kanduang
yang terdapat di daerah Minangkabau Sumatra Barat.
Pakaian Penghulu
Pakaian Adat Sumatra Barat “Bundo Kanduang”
Pakaian Adat Padang
BAJU ADAT RIAU / PAKAIAN ADAT RIAU
Pakaian Adat di Riau biasa disebut
dengan Pakaian Tradisional Melayu. Ada 3 macam Pakaian Adat Melayu yang
ada di Riau, tergantung dari daerah tersebut.
Pakaian Adat Melayu “Siak Riau”
Pakaian Adat Melayu “Indragiri Riau”
Pakaian Adat “Bengkalis Riau”
BAJU ADAT JAMBI / PAKAIAN ADAT JAMBI
Pakaian tradisional Jambi seperti yang
ada di daerah Pulau Sumatera yang lain, juga disebut dengan pakaian Adat
Melayu. Pakaian adat melayu Jambi biasanya lebih mewah daripada pakaian
yang digunakan sehari-hari karena disulam dengan benang emas dan
dihiasi dengan berbagai hiasan untuk kelengkapannya.
Pakaian Adat Melayu Jambi
BAJU ADAT SUMATERA SELATAN / PAKAIAN ADAT SUMATERA SELATAN
Pakaian tradisional masyarakat Sumatera
Selatan biasa disebut dengan nama Aaesan Gede. Baju adat ini
terinspirasi dari zaman kerajaan Sriwijaya yang dulunya berjaya di
daerah Sumatera Selatan.
Pakaian Adat Sumatera Selatan Aesan Gede
BAJU ADAT BENGKULU / PAKAIAN ADAT BENGKULU
Pakaian Adat Bengkulu
BAJU ADAT LAMPUNG / PAKAIAN ADAT LAMPUNG
Pakaian tradisional Lampung biasanya di
dominasi oleh warna putih dengan diselingi motif warna merah dan kuning
keemasan sehingga terkesan putih bersih namun tetap terlihat elegan.
Pakaian pengantin tradisional Bangka
Belitung biasa disebut dengan nama “Paksian”. Pengantin perempuan
biasanya memakai baju kurung berwarna merah yang berbahan kain sutra.
Kepala mempelai wanita biasanya memakai mahkota yang biasa disebut
dengan nama Paksian. Sedangkan pengantin pria menggunakan Sorban atau
yang biasa disebut masyarakat Bangka Belitung sebagai Sungkon.
Pakaian Adat Bangka Belitung
BAJU ADAT JAKARTA / PAKAIAN ADAT DI JAKARTA
Pakaian tradisional Jakarta biasa
disebut dengan nama Pakaian Adat Betawi yang dipengaruhi dari berbagai
corak masyarakat Jakarta yang sangat beragam diantaranya dipengaruhi
oleh budaya Arab, China, Melayu dan Budaya Barat.
Itu tadi adalah gambar baju adat yang
ada di Indonesia. Jika Anda ingin menambahkan, silahkan lewat kotak
komentar yang ada dibawah ini. Mohon maaf apabila ada kesalahan, salam
dan selamat membaca artikel Pakaian Adat Tradisional Indonesia.