Selasa, 18 April 2017

wastra nusantara

Orang Asing Anggap Wastra Nusantara sebagai Mahakarya

Keindahan wastra nusantara peninggalan nenek moyang dengan filosofi mendalam memang memiliki daya tarik tersendiri bagi warga asing

Orang Asing Anggap Wastra Nusantara sebagai MahakaryaErnawati, salah satu wanita penduduk Desa Sukarara, Jonggat, Lombok Tengah, sedang menenun kain motif ikat khas Lombok. (Sri Lestari/BBC Indonesia)
Keindahan wastra nusantara peninggalan nenek moyang dengan filosofi mendalam memang memiliki daya tarik tersendiri, tak hanya bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga warga asing.
Kegemaran pecinta mode mancanegara terhadap pesona wastra nusantara, seperti batik dan tenun, yang kaya warna dan tekstur.
“Untuk orang asing, batik dan tenun bukan hanya sebatas produk fashion tetapi mahakarya dan barang seni dengan nilai yang kuat,” ujar Ella V. Brizadly, Founder dan Owner, PribuMI, label tas dan sepatu kombinasi wastra klasik dan kulit premium.
Beberapa pelanggan PribuMI, kata Ella, sering memborong koleksinya untuk dijadikan cinderamata.
“Saat melihat dan membeli, mereka bertanya apa materialnya. Lalu, setelah diceritakan dari kain tradisional Indonesia. Aku menjelaskan apa itu batik, apa itu tenun, apa itu songket. Mereka sangat mengapresiasi budaya Indonesia,” urainya.
Kemudian, Ella menceritakan mengenai pelanggannya yang berasal dari Indonesia dan masuk ke salah satu butik internasional. Lalu, salah karyawan di toko tersebut menanyakan, tas yang dikenakannya itu dari label apa?
Menurut Ella, mereka memuji tas koleksi PribuMI tersebut karena corak, material, dan gaya rancangnya sangat bagus.
“Senang sekali rasanya bisa memperkenalkan budaya Indonesia, untuk bangsa sendiri dan masyarakat asing di negara yang berbeda,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar